Shafura.com
  • Home
  • Belajar Islam
    • Adabul Mufrad
    • Adab wal Akhlak
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Makna Dzikir & Doa
    • Haji & Umrah
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Umum
    • Resep Diet DEBM
  • Layanan
    • Jasa Pembuatan Website
    • Jasa Pemasaran Digital
    • Pakaian Syari Murah
  • Arsip
No Result
View All Result
Shafura.com
  • Home
  • Belajar Islam
    • Adabul Mufrad
    • Adab wal Akhlak
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Makna Dzikir & Doa
    • Haji & Umrah
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Umum
    • Resep Diet DEBM
  • Layanan
    • Jasa Pembuatan Website
    • Jasa Pemasaran Digital
    • Pakaian Syari Murah
  • Arsip
No Result
View All Result
Shafura.com
No Result
View All Result

2025 Tanpa Instagram: Saatnya Fokus pada Hal Penting

Ummu Farid by Ummu Farid
Desember 12, 2024
in Inspirasi, Gaya Hidup
3
2025 Tanpa Instagram: Saatnya Fokus pada Hal Penting
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Media sosial sudah menjadi bagian besar dalam kehidupan kita, tapi pernahkah kita merasa jenuh atau mempertanyakan manfaat sebenarnya? Artikel ini adalah cerita perjalanan saya hingga akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Instagram sepenuhnya, demi fokus pada hal-hal yang lebih penting.

Table of Contents

Toggle
  • Perjalanan Awal dengan Medsos
  • Detox Sosial Media
  • Melepaskan Beban Validasi
  • Sadar Dampak Buruk Sosmed
  • Selamat Tinggal Instagram
  • Tips untuk Kamu yang Ingin Mengurangi Media Sosial
  • Bismillah, biidznillah siap untuk memulai awal baru yang lebih baik

Perjalanan Awal dengan Medsos

Saya mengenal media sosial sejak masih SD, dimulai dari Friendster. Waktu itu, ke warnet untuk menambah teman-teman adalah hal yang seru, meski akhirnya tidak berlangsung lama. Kemudian, sekitar tahun 2007 atau 2008, saat mau lulus SMP, saya mulai aktif di Facebook. Masa-masa SMK menjadi momen di mana Facebook benar-benar populer.

Instagram sendiri saya buat saat awal kuliah D3 pada tahun 2011. Lalu, saat melanjutkan S1 di tahun 2014, saya mencoba Path dan Twitter, tapi akhirnya kedua akun itu saya hapus. Pada akhirnya, hanya Facebook dan Instagram yang terus saya gunakan, meski Facebook ini awalnya sering saya hapus, unduh lagi, dan alhamdulillah setelah terakhir kali dihapus pada tahun 2022, tidak terasa sudah dua tahun terakhir saya benar-benar tidak main Facebook dan tidak tertarik untuk menginstalnya kembali.

Sering kali, saya merasa dilema dengan Instagram. Saya bolak-balik menghapus aplikasi, lalu mengunduh lagi. Rasanya seperti hubungan tarik-ulur. Saat butuh untuk bisnis, saya instal lagi, tapi setiap kali kembali, rasanya banyak sekali mudharat yang muncul, seperti berita perselingkuhan, pelecehan, dan pamer-pamer yang bertebaran. Rasanya menyesal lagi sudah mengunduhnya. Kadang, meski tidak melihat di Explore, kita bisa tahu lewat story teman yang membagikan berita tersebut. Banyak informasi yang malah membuat perasaan saya tidak nyaman setiap hari.

Detox Sosial Media

Saya pernah mencoba tantangan untuk tidak mengunggah cerita di WhatsApp. Meski berhasil, saya tetap merasa “gatal” untuk mengunggah cerita di Instagram. Satu momen yang benar-benar membuka pikiran saya terjadi saat perjalanan pulang di tol dengan hujan yang cukup deras, tiba-tiba terlintas dalam pikiran, ‘MasyaAllah, kekuasaan Allah luar biasa ya.’ Di sini hujan deras, beberapa kilometer ke depan hanya gerimis, dan lebih jauh lagi kering. Saat kering, saya melihat pemandangan gunung dan alam yang begitu indah. Alhamdulillah…

tapi kok jadi mikir, kenapa aku nggak foto atau video ya? Dulu rasanya kalau travelling pasti wajib foto atau video. Apa karena sekarang lagi ada challenge nggak update story WA, jadi video/foto itu buat apa, toh nggak bisa upload juga. Eh, berarti tujuan upload itu sebenarnya pengen dilihat, kan?

Padahal yang lihat juga kadang nggak terlalu peduli, hihi.

Melepaskan Beban Validasi

Dulu, saya rajin mengunggah video dan foto saat perjalanan darat keliling Pulau Sumatera hingga ujung Indonesia, Sabang, kemudian melanjutkan perjalanan keliling Pulau Jawa, Bali, Lombok, NTB, hingga Labuhan Bajo atau saat camping dan lainnya. Tapi, setelah dipikir-pikir, apakah itu benar-benar karena saya menikmati momen tersebut? Ataukah hanya untuk menunjukkan ke orang lain bahwa saya sudah ke sana?

Pernahkah kita bertanya, apakah kita benar-benar menyukai sesuatu, atau hanya ingin terlihat menyukai hal itu? Misalnya, jika kita berhenti mengunggah, apakah kita masih akan melakukan hal yang sama dengan semangat yang sama? Pertanyaan ini menjadi bahan refleksi besar bagi saya.

Coba deh kalau kamu tetap suka hal itu tanpa harus ngonten. Gimana?, Masih semangat dengan hal itu?

Atau sebenarnya kamu ngelakuin itu cuma buat validasi aja?

Jadi si paling travelling, si paling hobi camping, si paling aesthetic, si paling rajin baca buku, si paling kaya dan sebagainya.

Padahal, tanggapan orang kadang nggak penting kan?

Yaampun, enak banget ya dia, duitnya banyak, bisa jalan-jalan, pengusaha waktunya bebas, ih romantis banget sama suaminya, dan sebagainya.

Sadar Dampak Buruk Sosmed

Jika unggahan orang lain di sosial media bisa membuat sebagian kita merasa iri, tidak bersyukur, atau bahkan hasad? Apakah mungkin justru kita yang menjadi penyebab hal-hal buruk tersebut? Niat awalnya adalah berbagi informasi, tapi jika lebih banyak mudharat daripada manfaat, bukankah lebih baik ditinggalkan?

Kasus yang diangkat oleh RSPH sangat menarik. Mereka menjelaskan bahwa kegelisahan bisa muncul ketika Anda terus-menerus melihat teman atau orang lain berlibur, menikmati malam, atau merasakan kegembiraan hari-hari mereka. Hal ini dapat membuat Anda merasa seolah-olah kebahagiaan itu hilang dari hidup Anda.

Secara sederhana, Anda akan merasa gelisah saat melihat orang lain berlibur dan menikmati hal-hal yang mungkin tidak bisa Anda lakukan, baik itu sementara atau tidak.

Ini membuat Anda berpikir,

‘Enak ya dia, jalan-jalan terus.

‘ Eh, kemarin baru ke Dubai, sekarang sudah di Madinah lagi.

Foto di rumah, ih rumahnya rapi banget,

Banyak beudh duitnya yak dia haji tiap tahun, umrah tiap bulan

dan sebagainya.

Secara tidak sadar, Anda bisa mengalami gangguan pada kesehatan mental. Instagram lebih banyak membawa gangguan daripada kebaikan.

Selamat Tinggal Instagram

Dengan segala pertimbangan, memutuskan untuk meninggalkan Instagram sepenuhnya di Desember 2024. Keputusan ini terasa lebih ringan karena akun Instagram bisnis sekarang sudah sepenuhnya dikelola oleh tim, dan alhamdulillah juga ada tim marketing baru berpengalaman yang akan membantu bagian admin. Jadi, soal strategi pemasaran bisnis di media sosial, biar mereka yang menjalankannya. Alhamdulillah, hehe.

Saya hanya perlu memberikan masukan dan review, tanpa harus terlibat langsung. Rasanya sangat lega…

Tips untuk Kamu yang Ingin Mengurangi Media Sosial

  1. Refleksikan Niatmu: Tanyakan pada diri sendiri, apa tujuanmu menggunakan media sosial? Apakah untuk validasi, hiburan, atau benar-benar kebutuhan?
  2. Coba Detox Bertahap: Mulailah dengan tidak mengunggah cerita atau posting selama beberapa hari. Rasakan perbedaannya.
  3. Kurangi Kontak yang Tidak Perlu: Sederhanakan hidupmu dengan hanya menyimpan kontak orang-orang yang benar-benar penting.
  4. Alihkan Fokus: Temukan aktivitas lain yang lebih bermanfaat, seperti membaca, menulis, atau memperdalam ilmu agama.
  5. Berdoa dan Minta Kekuatan: Berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam meninggalkan hal-hal yang kurang bermanfaat dan diberi keberkahan dalam waktu yang dimiliki.

Bismillah, biidznillah siap untuk memulai awal baru yang lebih baik

Keputusan untuk meninggalkan Instagram bukanlah hal yang mudah, terutama setelah 13 tahun menjadi bagian dari hidup saya. Namun, saya yakin ini adalah langkah terbaik untuk fokus pada hal-hal yang lebih penting. Semoga langkah ini membawa lebih banyak keberkahan dan kedewasaan dalam menjalani hidup.

Bagi kamu yang juga merasa lelah dengan sosial media, cobalah untuk refleksi dan buat keputusan yang terbaik untuk dirimu. Barakallahu fiikum!

Tags: 2025 Hidup Tanpa InstagramAwal Baru Tanpa Media SosialDetoks Media SosialFokus Kehidupan Tanpa SosmedMenemukan Kebahagiaan Tanpa InstagramMeninggalkan Media SosialMenjalani Hidup yang Lebih Baik

RELATED POST

Menjaga Nikmat dari Hasad: 7 Alasan Mengapa Menyembunyikan Kebahagiaan Bisa Menjaga Hati

Menjaga Nikmat dari Hasad: 7 Alasan Mengapa Menyembunyikan Kebahagiaan Bisa Menjaga Hati

November 20, 2025
Hati yang Tak Selalu Sejalan

Hati yang Tak Selalu Sejalan

November 15, 2025
Saat Hati Terasa Penuh: Cara Menghadapi Ujian Hidup

Saat Hati Terasa Penuh: Cara Menghadapi Ujian Hidup

November 14, 2025
Teruslah Berbuat Baik, Meski Tanpa Ucapan Terima Kasih

Teruslah Berbuat Baik, Meski Tanpa Ucapan Terima Kasih

November 7, 2025
Next Post
Sambal Pecel Lezat yang Sehat dan Nikmat

Sambal Pecel Lezat yang Sehat dan Nikmat

Comments 3

  1. sri muktiani says:
    1 tahun ago

    Masya Allah kak
    ini aku bangettt
    hapus dan instal kembali Ig berkali kali
    merasa capek dgn berbagai informasi, khususnya perselingkuhan, pelecehan, kdrt dll
    aku jdi tiba2 badmood, lemes, sedihh yang sedihh bgt liat info2 kyk gitu,overT. .lelah pokok nya dengan bnyaknya info2
    sudah seminggu ini aku hapus ig, waktu suami tanya ig nya knp di hapus, aku bilang capekk aku sama ig hehe

    Balas
    • Ummu Farid says:
      1 tahun ago

      Ya Rabb, aku ngerti banget perasaan kakak. Terlalu banyak info negatif bisa bikin capek banget, ya. Aku juga gitu, makanya stop main IG. Alhamdulillah jadi banyak hal yang bisa dilakukan kak dari sekedar scroll-scroll. Semoga dengan kita putus hubungan dengan ig bisa lebih tenang dan fokus ke hal-hal bermanfaat yang bikin hati terus adem ya kak. Semangat ya! Barakallahu fiiki

      Balas
  2. Nita Safitri says:
    1 tahun ago

    Maasyaa Allah Barakallahufiik

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CARI ARTIKEL

No Result
View All Result

KATEGORI BLOG

  • Belajar Islam
    • Adab wal Akhlak
    • Adabul Mufrad
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Ibadah
    • Fiqh Jenazah
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Haji & Umrah
    • Makna Dzikir & Doa
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Diet DEBM
    • Resep Umum
  • Terbaru

BLOG ARSIP

  • November 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • Mei 2021
  • April 2021
  • November 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Maret 2020
  • Januari 2020
  • Oktober 2019
  • Juni 2019
  • Maret 2019
  • Januari 2019
  • Desember 2018
  • Agustus 2018
  • Juli 2018
  • Agustus 2017
  • Juli 2017

POST POPULER

  • Step-by-Step Menyiapkan Umrah Mandiri

    Step-by-Step Menyiapkan Umrah Mandiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah Urutan! Hindari Kesalahan Fatal Saat Booking Tiket Umrah Mandiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Checklist Perlengkapan Umrah yang Wajib Disiapkan Sebelum Berangkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Safar Umrah 14 Hari, Biaya Hemat di Bawah 25 Juta!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memahami Konsep Rezeki dengan Benar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Shafura.com

Shafura.com adalah wadah untuk berbagai catatan kajian, pembelajaran hidup minimalis, tips bisnis, informasi kesehatan, dan pengalaman berharga yang dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Selengkapnya...

© 2024 Shafura.com. All Right Reserved | Web Dev by WebNesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Belajar Islam
    • Adabul Mufrad
    • Adab wal Akhlak
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Makna Dzikir & Doa
    • Haji & Umrah
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Umum
    • Resep Diet DEBM
  • Layanan
    • Jasa Pembuatan Website
    • Jasa Pemasaran Digital
    • Pakaian Syari Murah
  • Arsip

© 2024 Shafura.com. All Right Reserved | Web Dev by WebNesia