Shafura.com
  • Home
  • Belajar Islam
    • Adabul Mufrad
    • Adab wal Akhlak
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Makna Dzikir & Doa
    • Haji & Umrah
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Umum
    • Resep Diet DEBM
  • Layanan
    • Jasa Pembuatan Website
    • Jasa Pemasaran Digital
    • Pakaian Syari Murah
  • Arsip
No Result
View All Result
Shafura.com
  • Home
  • Belajar Islam
    • Adabul Mufrad
    • Adab wal Akhlak
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Makna Dzikir & Doa
    • Haji & Umrah
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Umum
    • Resep Diet DEBM
  • Layanan
    • Jasa Pembuatan Website
    • Jasa Pemasaran Digital
    • Pakaian Syari Murah
  • Arsip
No Result
View All Result
Shafura.com
No Result
View All Result

Karakteristik Hamba yang Dicintai Allah: Berbakti kepada Orangtua

Ummu Farid by Ummu Farid
Agustus 10, 2024
in Belajar Islam, Catatan Kajian
0
Karakteristik Hamba yang Dicintai Allah: Berbakti kepada Orangtua
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Dalam kehidupan ini, nikmat hidayah adalah salah satu anugerah terbesar dari Allah. Mendapatkan hidayah adalah sesuatu yang sangat berharga, namun lebih penting lagi adalah menjaga dan memeliharanya agar tetap istiqomah. Dalam hal ini, kita dianjurkan untuk senantiasa berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan untuk tetap teguh dalam hidayah yang telah diberikan.

Salah satu hal yang harus diwaspadai oleh setiap Muslim adalah merasa lebih baik dari orang lain. Perasaan merendahkan atau meremehkan orang lain, meskipun hanya tersirat dalam hati, adalah sifat yang berbahaya. Jika perasaan ini muncul, segera beristighfar dan mohon perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari sifat ujub. Sebab, sifat ini bisa menjadi sebab dicabutnya hidayah oleh Allah.

Dicintai oleh sesama manusia adalah sesuatu yang membahagiakan. Seorang istri yang dicintai oleh suaminya, seorang anak yang merasakan kecintaan dari orangtuanya, atau seorang murid yang disayangi oleh gurunya, semuanya adalah bentuk kebahagiaan. Namun, bayangkan jika seseorang dicintai oleh Allah. Ini adalah kebahagiaan yang tiada tara.

Doa yang diajarkan kepada rasulullah:

Allahumma inni as-aluka fi’lal khoiroot wa tarkal munkaroot wa hubbal masaakiin, wa an taghfirolii wa tarhamanii, wa idza arodta fitnata qowmin fatawaffanii ghoiro maftuunin. As-aluka hubbak wa hubba maa yuhibbuk wa hubba ‘amalan yuqorribu ilaa hubbik

Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon pada-Mu supaya bisa mencintai orang miskin, ampunilah (dosa-dosa)ku, rahmatilah saya, jika Engkau menginginkan untuk menguji suatu kaum maka wafatkanlah saya dalam keadaan tidak terfitnah. Saya memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu)”.

(HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Doa ini mengajarkan kita untuk mencintai amal-amal yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Setelah berdoa, langkah selanjutnya adalah menghadiri majelis ilmu untuk menuntut ilmu, karena ilmu adalah jalan untuk lebih dekat kepada Allah.

“Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)

Table of Contents

Toggle
  • Point 17: Orang-orang yang Berbakti kepada Orangtua
  • Berbakti kepada Orangtua yang Sudah Meninggal

Point 17: Orang-orang yang Berbakti kepada Orangtua

Berbakti kepada orangtua adalah ibadah yang memiliki kedudukan tinggi dalam Islam, bahkan berada di urutan kedua setelah perintah tauhid. Ini bukan sekadar anjuran, tetapi sebuah kewajiban. Durhaka kepada orangtua termasuk dosa besar, sebagaimana sabda Rasulullah:

“Maukah kalian aku kabarkan dosa yang paling besar dari yang lain? Berbuat kesyirikan kepada Allah dan durhaka kepada orang tua.”

Berbakti kepada orangtua, terutama ketika mereka telah memasuki usia senja, adalah ujian yang berat. Allah berfirman dalam Al-Quran:

“Dan tatkala kedua orangtuamu memasuki usia lanjut, janganlah berkata ‘ah’ atau ‘uhft’ kepada mereka.“ (QS. Al-Isra: 23)

Setiap hari yang berlalu membawa kita dan orangtua kita lebih dekat kepada akhir perjalanan hidup ini. Jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih surga melalui pintu berbakti kepada orangtua. Salah satu pengorbanan yang bisa kita lakukan untuk dicintai oleh Allah adalah dengan berbakti kepada orangtua. Banyak amal yang bisa kita lakukan, tetapi di antara yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat di awal waktu, berbakti kepada orangtua, dan berjihad di jalan Allah.

Sebagai pasangan, suami istri harus menjadi pendukung terbaik satu sama lain dalam berbakti kepada orangtua. Hadits dan ayat tentang berbakti kepada orangtua sangat banyak dan menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini.

Berbakti kepada Orangtua yang Sudah Meninggal

Bagaimana dengan berbakti kepada orangtua yang sudah meninggal? Salah satu caranya adalah dengan menjadi anak sholih yang terus mendoakan orangtuanya. Rasulullah bersabda:

“Apabila seorang manusia meninggal, maka terputuslah amalnya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.“

  • Sedekah Jariyah: Sedekah yang terus mengalir pahalanya, seperti berkontribusi dalam pembangunan masjid atau bentuk lain yang bermanfaat bagi banyak orang. Jangan ragu untuk bersedekah, sekecil apa pun, karena Allah akan menggantinya dengan balasan yang berlipat ganda, hingga 700 kali lipat atau lebih. Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui.
  • Ilmu yang Bermanfaat: Ilmu yang diajarkan dan dimanfaatkan oleh orang lain akan menjadi amal yang terus memberi pahala, bahkan setelah kita meninggal dunia. Ilmu ini dapat berupa pengetahuan agama, keterampilan, atau nasihat yang berguna bagi kehidupan seseorang.
  • Anak yang Sholeh: Anak yang sholeh yang mendoakan orangtuanya adalah salah satu bentuk amal yang tak terputus. Anak sholeh tidak hanya berarti anak kandung, tetapi juga bisa berupa anak sambung atau murid yang dididik dengan baik. Teruslah ajarkan kebaikan kepada anak-anak, dengan tujuan akhirat sebagai orientasi utama. Carilah lembaga atau lingkungan yang dapat membantu membentuk keshalihan mereka, sehingga mereka dapat terus mendoakan dan berbuat baik kepada orang yang telah berjasa dalam hidup mereka.

Berbakti kepada orangtua yang sudah meninggal dapat dilakukan dengan cara:

  1. Mendoakan Orangtua: Doakan orangtua agar Allah mengampuni dosa-dosanya, melapangkan kuburnya, memberikan kenikmatan surga, serta meringankan hisabnya. Doa anak yang sholeh adalah salah satu amal yang dapat terus memberikan pahala kepada orangtua meskipun mereka telah tiada.
  2. Menyambung Silaturahim: Jalin dan pertahankan hubungan baik dengan kerabat yang memiliki ikatan dengan orangtua kita, seperti tante, om, nenek, dan lainnya. Ini termasuk dalam bentuk bakti kepada orangtua yang sudah meninggal.

Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits: “Bakti kepada orangtua yang tertinggi adalah dengan menyambung hubungan dengan siapa saja yang dicintai oleh orangtuanya dalam kebaikan.” Mencintai kerabat, sahabat, atau guru yang dicintai orangtua kita adalah bentuk bakti yang mulia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya sebaik-baik bentuk berbakti (berbuat baik) adalah seseorang menyambung hubungan dengan keluarga dari kenalan baik ayahnya.” (HR. Muslim no. 2552)

Kisah tiga orang yang terjebak dalam gua menjadi contoh nyata bagaimana berbakti kepada orangtua bisa menjadi amal andalan yang menyelamatkan kita dari kesulitan. Salah satu dari mereka berdoa dengan menyebutkan amal baktinya kepada orangtua, dan dengan izin Allah, batu yang menutup gua itu pun terbuka.

Berbakti kepada orangtua adalah salah satu karakteristik hamba yang dicintai Allah. Kajian ini merujuk pada Buku Ahbabullah (Para Kekasih Allah) karya Syeikh Dr. Abdul Azhim bin Badawy, yang disampaikan oleh Ustadz Rizal Yuliar Putrananda pada 10 Agustus 2024 (5 Shofar 1446 H). Marilah kita semua berusaha untuk menjadi hamba yang dicintai Allah dengan menjalankan amal-amal yang diridhai-Nya, termasuk berbakti kepada orangtua. Barakallahu fiikum.

Tags: Dr. Abdul Azhim bin BadawyKajian KitabMasjid Al Ikhlas Dukuh BimaUstadz Rizal Yuliar Putrananda

RELATED POST

Teruslah Berbuat Baik, Meski Tanpa Ucapan Terima Kasih

Teruslah Berbuat Baik, Meski Tanpa Ucapan Terima Kasih

November 7, 2025
Sesat Setahap Demi Setahap

Sesat Setahap Demi Setahap: Cara Setan Menjerumuskan Manusia dari Hal Kecil

Agustus 30, 2025
Belajar Bahasa Arab dari Nol: Panduan Lengkap Pelajaran 1–4 Durusul Lughah Jilid 1

Belajar Bahasa Arab dari Nol: Panduan Lengkap Pelajaran 1–4 Durusul Lughah Jilid 1

Mei 14, 2025
Tips Hemat Ratusan Juta: Booking Hotel untuk Umrah Ramadhan Mandiri

Tips Hemat Ratusan Juta: Booking Hotel untuk Umrah Ramadhan Mandiri

Maret 11, 2025
Next Post
10 Penyebab Lapang Dada

10 Penyebab Lapang Dada

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CARI ARTIKEL

No Result
View All Result

KATEGORI BLOG

  • Belajar Islam
    • Adab wal Akhlak
    • Adabul Mufrad
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Ibadah
    • Fiqh Jenazah
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Haji & Umrah
    • Makna Dzikir & Doa
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Diet DEBM
    • Resep Umum
  • Terbaru

BLOG ARSIP

  • November 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • Mei 2021
  • April 2021
  • November 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Maret 2020
  • Januari 2020
  • Oktober 2019
  • Juni 2019
  • Maret 2019
  • Januari 2019
  • Desember 2018
  • Agustus 2018
  • Juli 2018
  • Agustus 2017
  • Juli 2017

POST POPULER

  • Step-by-Step Menyiapkan Umrah Mandiri

    Step-by-Step Menyiapkan Umrah Mandiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah Urutan! Hindari Kesalahan Fatal Saat Booking Tiket Umrah Mandiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Checklist Perlengkapan Umrah yang Wajib Disiapkan Sebelum Berangkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Safar Umrah 14 Hari, Biaya Hemat di Bawah 25 Juta!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memahami Konsep Rezeki dengan Benar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Shafura.com

Shafura.com adalah wadah untuk berbagai catatan kajian, pembelajaran hidup minimalis, tips bisnis, informasi kesehatan, dan pengalaman berharga yang dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Selengkapnya...

© 2024 Shafura.com. All Right Reserved | Web Dev by WebNesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Belajar Islam
    • Adabul Mufrad
    • Adab wal Akhlak
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Makna Dzikir & Doa
    • Haji & Umrah
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Umum
    • Resep Diet DEBM
  • Layanan
    • Jasa Pembuatan Website
    • Jasa Pemasaran Digital
    • Pakaian Syari Murah
  • Arsip

© 2024 Shafura.com. All Right Reserved | Web Dev by WebNesia