Shafura.com
  • Home
  • Belajar Islam
    • Adabul Mufrad
    • Adab wal Akhlak
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Makna Dzikir & Doa
    • Haji & Umrah
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Umum
    • Resep Diet DEBM
  • Layanan
    • Jasa Pembuatan Website
    • Jasa Pemasaran Digital
    • Pakaian Syari Murah
  • Arsip
No Result
View All Result
Shafura.com
  • Home
  • Belajar Islam
    • Adabul Mufrad
    • Adab wal Akhlak
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Makna Dzikir & Doa
    • Haji & Umrah
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Umum
    • Resep Diet DEBM
  • Layanan
    • Jasa Pembuatan Website
    • Jasa Pemasaran Digital
    • Pakaian Syari Murah
  • Arsip
No Result
View All Result
Shafura.com
No Result
View All Result

Mengelola Sampah dari Rumah

Ummu Farid by Ummu Farid
Agustus 3, 2024
in Gaya Hidup
0
Mengelola Sampah dari Rumah
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Sampah adalah salah satu masalah terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Setiap hari, kita menghasilkan berbagai jenis sampah, baik organik maupun non-organik, yang sering kali berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Namun, dengan sedikit usaha dan kesadaran, kita dapat mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan dan membantu menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu cara efektif adalah dengan mengelola sampah dari rumah. Dalam artikel ini, saya akan berbagi pengalaman pribadi dalam belajar mengelola sampah, khususnya melalui pengomposan, yang telah saya mulai sejak 30 Mei 2024.

Table of Contents

Toggle
  • Memulai Pengomposan di Rumah
  • Mengelola Sampah Dapur
  • Menanam dengan Hidroponik
  • Mengelola Sampah Non-Organik
  • Kesadaran dan Tanggung Jawab
  • Tips Mengurangi Sampah Plastik

Memulai Pengomposan di Rumah

Pengalaman saya dalam mengelola sampah organik dimulai dengan membuat biopori mini di samping pot tanaman. Biopori adalah lubang yang dibuat di tanah dan diisi dengan sampah organik seperti kulit buah dan batang sayuran. Menakjubkan sekali melihat bagaimana sampah organik tersebut terurai dengan sendirinya. Beberapa kali saya mengisi botol biopori dengan sampah organik, dan sampah itu terus menghilang karena terurai. Ini adalah bukti bahwa ciptaan Allah tidak ada yang sia-sia, bahkan sampah sekalipun bisa menjadi penyubur tanah.

Biopori Mini dalam Pot

Saya juga belajar bahwa sampah organik yang terurai menghasilkan lindi yang sangat bermanfaat bagi tanaman. Dengan memanfaatkan botol biopori bekas lemon sereh yang dilubangi dengan bor untuk membuat biopori dalam pot, Anda juga bisa melubangi botol dengan solder atau paku yang dipanaskan, saya bisa melihat sendiri bagaimana sampah organik yang saya masukkan tidak pernah penuh karena terus terurai. Dari sini, saya mulai memahami pentingnya mengembalikan apa yang kita ambil dari alam kembali ke alam.

Mengelola Sampah Dapur

Awalnya, saya hanya mengompos sisa sayuran dan daun. Namun, ketika sampah dapur mulai banyak, saya mulai menambah media tanam dan menanam di atasnya. Tulang-tulang sisa makanan agak sulit terurai, jadi saya masih membuangnya ke tempat sampah yang akan diangkut oleh petugas kebersihan. Belakangan, saya mencoba mencampurkannya ke biopori, meskipun membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai dan sering kali menarik perhatian hewan kecil.

Biopori Pipa Paralon & Bor Biopori

Menanam dengan Hidroponik

Selain mengompos, saya juga mulai menanam sayuran seperti kangkung, pakcoy, dan selada dengan metode hidroponik. Kami berharap bisa terus memanen hasil tanam kami. Sementara itu, kami menggunakan planter raised bed sebagai media untuk mengompos sisa konsumsi kami, seperti kulit sayur, buah, dan tulang. Harapannya, ini bisa menjadi kompos yang baik untuk tanaman kami.

Planter Raised Bed Sementara jadi Kubur Sampah Organik

Mengelola Sampah Non-Organik

Untuk sampah non-organik, kami menemukan bank sampah dekat rumah yang hanya berjarak sekitar 2,5 km. Kami mulai memilah kardus, plastik, dan sampah lainnya. Beberapa jenis kemasan belum bisa diterima oleh bank sampah, jadi kami memutuskan untuk membuat ecobrick, yaitu mengisi botol plastik dengan sampah non-organik yang tidak bisa diolah lagi.

Kebetulan ada botol minuman 600 ml yang didapat saat teman dan saudara berkunjung ke rumah dan meninggalkan botol tersebut. Saya memutuskan untuk membuat ecobrick sendiri. Meskipun kami sudah sangat mengurangi penggunaan plastik, ada saja sampah plastik yang tak bisa dihindari, seperti saat berbelanja di pasar yang kemasannya sudah menggunakan plastik, atau teman yang berkunjung membawa kue dengan kemasan. Langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah memilah sampah dengan benar.

Untuk membuat ecobrick, pertama-tama kita perlu memilah dan membersihkan sampah kemasan plastik, seperti bungkus makanan, plastik kresek sekali pakai, dan lain-lain. Cucilah sampah plastik tersebut dengan sabun sampai bersih, lalu keringkan.

Setelah kering, pastikan untuk memasukkan sampah plastik ini ke dalam botol dalam keadaan kering. Padatkan sampah dengan bantuan kayu atau sejenisnya. Dalam membuat ecobrick, kita tidak bisa asal memasukkan sampah plastik ke dalam botol bekas air mineral. Agar bisa menjadi ‘bata’ yang nantinya disusun secara rapi, Kita wajib menimbang setiap botol yang sudah diisi sampah plastik. Standar ecobrick adalah 200 gram per botol air mineral berukuran 600 ml. Jika jumlahnya terlalu banyak, sisihkan sedikit sampah plastik di dalamnya. Sementara jika beratnya kurang dari 200 gram, tambahkan lagi sampah plastik ke dalam botol. Banyak karya yang bisa dibuat dari ecobrick ini, seperti kursi, meja, dan lain-lain. Namun, saya berencana mencari orang yang mau menerima ecobrick yang saya buat. Hehe.

Berikut adalah contoh gambar karya yang bisa dibuat dari ecobrick:

Ecobrick Home
Raised bed
Ecobrick Sofa

Kesadaran dan Tanggung Jawab

Mengapa kita perlu repot-repot mengelola sampah? Setelah belajar biidznillah sadar, bahwa plastik butuh ratusan tahun untuk terurai. Berita tentang kura-kura tertusuk sedotan, Pemulung meninggal karena menginjak tusukan sate, ada juga yang terluka oleh pecahan beling.

Belum lagi berita tentang TPA longsor yang menenggelamkan tiga desa, kebakaran TPA, dan paus yang ditemukan mati dengan banyak plastik dalam tubuhnya. Masalah sampah ini bukan hanya tentang peduli lingkungan, tapi juga isu kemanusiaan dan kesejahteraan hewan yang hidup berdampingan dengan kita. Bagaimana jika itu adalah plastik kita yang telah melukai makhluk ciptaan Allah?

Allah memerintahkan kita untuk tidak merusak bumi. Mengelola sampah adalah tanggung jawab kita. Sampah plastik yang lama terurai bisa menjadi mikroplastik yang memperburuk kualitas air dan tanah. Apa yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

 Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al Qasas: 77)

Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya. (QS. Al Isra: 36)

Tips Mengurangi Sampah Plastik

  • Bawa wadah sendiri saat berbelanja
  • Hindari penggunaan sedotan plastik
  • Gunakan kantong belanja yang bisa dipakai ulang

Mengelola sampah dari rumah bukanlah tugas yang sulit jika kita melakukannya dengan niat yang tulus dan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan langkah-langkah kecil seperti mengompos sampah organik dan mengurangi penggunaan plastik, kita bisa berkontribusi pada pelestarian bumi. Semoga pengalaman saya ini bisa menginspirasi teman-teman untuk mulai mengelola sampah dari rumah. Insya Allah, saya akan memberikan update lebih lanjut tentang hasil kompos kami di beberapa bulan mendatang di website ini.

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayangi pula oleh ar-Rahman (Allah). Maka sayangilah penduduk bumi niscaya Yang di atas langit pun akan menyayangi kalian.”

(HR. Abu Dawud, dinyatakan sahih oleh al-Albani)

Salam peduli lingkungan, cintailah makhluk Allah di bumi! Barakallahu fiikum.

Tags: Belajar Minim SampahEcobrickKomposZero Waste

RELATED POST

Menjaga Nikmat dari Hasad: 7 Alasan Mengapa Menyembunyikan Kebahagiaan Bisa Menjaga Hati

Menjaga Nikmat dari Hasad: 7 Alasan Mengapa Menyembunyikan Kebahagiaan Bisa Menjaga Hati

November 20, 2025
Hati yang Tak Selalu Sejalan

Hati yang Tak Selalu Sejalan

November 15, 2025
Saat Hati Terasa Penuh: Cara Menghadapi Ujian Hidup

Saat Hati Terasa Penuh: Cara Menghadapi Ujian Hidup

November 14, 2025
Teruslah Berbuat Baik, Meski Tanpa Ucapan Terima Kasih

Teruslah Berbuat Baik, Meski Tanpa Ucapan Terima Kasih

November 7, 2025
Next Post
Cara Semai yang Mudah dan Cepat Berhasil: Pengalaman Petani Pemula

Cara Semai yang Mudah dan Cepat Berhasil: Pengalaman Petani Pemula

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CARI ARTIKEL

No Result
View All Result

KATEGORI BLOG

  • Belajar Islam
    • Adab wal Akhlak
    • Adabul Mufrad
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Ibadah
    • Fiqh Jenazah
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Haji & Umrah
    • Makna Dzikir & Doa
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Diet DEBM
    • Resep Umum
  • Terbaru

BLOG ARSIP

  • November 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • Mei 2021
  • April 2021
  • November 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Maret 2020
  • Januari 2020
  • Oktober 2019
  • Juni 2019
  • Maret 2019
  • Januari 2019
  • Desember 2018
  • Agustus 2018
  • Juli 2018
  • Agustus 2017
  • Juli 2017

POST POPULER

  • Step-by-Step Menyiapkan Umrah Mandiri

    Step-by-Step Menyiapkan Umrah Mandiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah Urutan! Hindari Kesalahan Fatal Saat Booking Tiket Umrah Mandiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Safar Umrah 14 Hari, Biaya Hemat di Bawah 25 Juta!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Checklist Perlengkapan Umrah yang Wajib Disiapkan Sebelum Berangkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tips Hemat Ratusan Juta: Booking Hotel untuk Umrah Ramadhan Mandiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Shafura.com

Shafura.com adalah wadah untuk berbagai catatan kajian, pembelajaran hidup minimalis, tips bisnis, informasi kesehatan, dan pengalaman berharga yang dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Selengkapnya...

© 2024 Shafura.com. All Right Reserved | Web Dev by WebNesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Belajar Islam
    • Adabul Mufrad
    • Adab wal Akhlak
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Makna Dzikir & Doa
    • Haji & Umrah
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Umum
    • Resep Diet DEBM
  • Layanan
    • Jasa Pembuatan Website
    • Jasa Pemasaran Digital
    • Pakaian Syari Murah
  • Arsip

© 2024 Shafura.com. All Right Reserved | Web Dev by WebNesia