Shafura.com
  • Home
  • Belajar Islam
    • Adabul Mufrad
    • Adab wal Akhlak
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Makna Dzikir & Doa
    • Haji & Umrah
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Umum
    • Resep Diet DEBM
  • Layanan
    • Jasa Pembuatan Website
    • Jasa Pemasaran Digital
    • Pakaian Syari Murah
  • Arsip
No Result
View All Result
Shafura.com
  • Home
  • Belajar Islam
    • Adabul Mufrad
    • Adab wal Akhlak
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Makna Dzikir & Doa
    • Haji & Umrah
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Umum
    • Resep Diet DEBM
  • Layanan
    • Jasa Pembuatan Website
    • Jasa Pemasaran Digital
    • Pakaian Syari Murah
  • Arsip
No Result
View All Result
Shafura.com
No Result
View All Result

Penghormatan Terhadap Ilmu dalam Khulashah Ta’zhim Al-‘ilm (Bagian 02)

Ummu Farid by Ummu Farid
Januari 20, 2024
in Adab wal Akhlak
0
Penghormatan Terhadap Ilmu dalam Khulashah Ta’zhim Al-‘ilm (Bagian 02)
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Gunakan Metode Terbaik

RAGAM PRIORITAS

Sebuah keutamaan terletak pada kemampuan seseorang untuk menguasai berbagai macam ilmu, sebagaimana Ibnul Jauzy rahimahullah menyatakan, “Menguasai berbagai macam ilmu adalah sebuah hal yang istimewa.”

Orang yang mulia tidak seharusnya meninggalkan ilmu yang bermanfaat. Studi ilmu bisnis, pertanian, kedokteran, dan lainnya, selama ilmu tersebut memberikan manfaat, harus dikejar. Hal ini berlaku baik untuk ilmu agama maupun ilmu dunia.

Bahasa adalah jendela ilmu. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari bahasa Arab dan Inggris, Memperkaya kosa kata adalah kunci untuk menjadi cerdas dan mampu berkomunikasi dengan beragam orang.

Nabi Adam diajarkan tentang berbagai nama benda oleh Allah.

Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda) seluruhnya, kemudian Dia memperlihatkannya kepada para malaikat, seraya berfirman, “Sebutkan kepada-Ku nama-nama (benda) ini jika kamu benar!” (QS. Al Baqarah: 31)

Merendahkan ilmu yang tidak diketahui seharusnya dihindari, selagi ilmu tersebut tidak pernah dicela oleh agama. Hindarilah mengatakan, “Ah, itu hanya ilmu dunia!”.

Ilmu dunia seperti kedokteran, bisnis, dan teknologi produksi juga memiliki nilai penting. Oleh karena itu, orang yang berakal seharusnya berbicara berdasarkan ilmu atau memilih diam berdasarkan kebijaksanaan.

  1. Prioritaskan ilmu yang membuat seorang hamba dapat beribadah kepada Allah, yaitu Rukun Islam. Pelajari Tauhid, memahami Syahadat, dan mendalami ilmu tentang Shalat, termasuk menghayati bacaan shalat. Pahami juga ilmu tentang puasa Ramadan, termasuk kapan puasa dianggap sah dan kapan pahala puasa Ramadan dapat diperoleh, bahkan saat sedang haid. Bagi yang memiliki harta di atas 85 juta, pelajari peraturan zakat mal. Serta, mendalami ilmu tentang ibadah haji. Jika kelima pokok tersebut dipahami dengan baik, sudah dapat dianggap sebagai pemahaman yang utama (primer).
  2. Pelajari ilmu yang menarik hati, baik itu berkaitan dengan satu bidang atau lebih. Jika Anda senang dengan bahasa Arab, pelajari dengan mendetail. Jika tertarik pada ilmu hadits, eksplorasi dengan sungguh-sungguh. Meskipun melakukan multitasking, tetapi utamakan pemahaman pada ilmu yang bersifat primer terlebih dahulu.

Jika ada minat dan bakat tertentu, nikmatilah proses belajar tersebut, dan kembangkan kemampuan Anda untuk memahami. Pilihan untuk belajar secara bertahap atau dengan pendekatan disiplin juga bisa dijalankan. Namun, jika Anda lebih condong pada singletasking, fokuslah terlebih dahulu pada satu ilmu sebelum melanjutkan ke ilmu yang lain.

 

BERSEGERA MUMPUNG MASIH MUDA

Menuntut Ilmu ketika masih muda cenderung lebih mudah dikuasai dan meninggalkan bekas yang mendalam dalam ingatan. Seperti yang diungkapkan oleh Al Hasan Al-Bashriy, “Belajar di masa kecil bagaikan mengukir di atas batu – sulit, namun meninggalkan bekas yang abadi.”

Al-Mawardiy dalam kitab Adab ad-Dunya wa ad-Din menjelaskan bahwa belajar di masa tua dapat menjadi lebih sulit karena banyaknya kesibukan, hambatan, dan keterlibatan dalam hubungan sosial, seperti pertemuan dengan klien bisnis dan sebagainya.

Bagi mereka yang mampu mengatasi berbagai rintangan tersebut, mereka akan mampu meraih ilmu dengan penuh potensi dan kesuksesan.

 

BERTAHAP DAN TIDAK TERGESA-GESA

Proses memperoleh ilmu adalah perjalanan bertahap dan tidak boleh tergesa-gesa. Hati tidak akan mampu menanggung beban ilmu yang berat sekaligus, seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran surah Al-Muzammil ayat 5, “Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.” Perkataan berat disini maksudnya adalah Al-Qur’an.

Al-Quran juga mengingatkan dalam surah Al-Qamar ayat 17 bahwa Tuhan memudahkan, Sungguh, Kami benar-benar telah memudahkan Al-Qur’an sebagai pelajaran. Maka, adakah orang yang mau mengambil pelajaran? dan itulah alasan turunnya Al-Quran secara bertahap, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Furqan ayat 32. Orang-orang yang kufur berkata, “Mengapa Al-Qur’an itu tidak diturunkan kepadanya sekaligus?” Demikianlah, agar Kami memperteguh hatimu (Nabi Muhammad) dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (berangsur-angsur, perlahan, dan benar).

Belajar ilmu agama atau ilmu dunia dengan cara bertahap adalah suatu kebijaksanaan. Seseorang yang mencoba mengkaji kitab-kitab besar sebelum waktunya berisiko membahayakan agamanya, melanggar aturan, dan dapat mengakibatkan hilangnya ilmu yang seharusnya diperoleh secara bertahap.

Seperti yang diungkapkan oleh Abdul Karim ar-Rifa’iy dalam analogi makanan, “Makanan orang dewasa adalah racun bagi bayi, semisal bayi diberi rendang. Tidak mungkin begitu. Bahkan makanan bayi pun harus diberikan secara bertahap, dimulai dari bubur, lalu nasi di-blender, baru kemudian dapat mengonsumsi nasi utuh.”

 

SABAR DALAM BELAJAR DAN MENGAJAR

Dalam proses belajar dan mengajar, kesabaran memegang peran kunci. Keberhasilan dalam upaya ini ditopang oleh doa-doa yang melimpah, mengingat bahwa kemampuan kita merupakan anugerah dari pertolongan Allah. Mengejar cita-cita yang tinggi seringkali memerlukan disiplin dan paksaan terhadap diri sendiri untuk bersabar.

Perjalanan mencapai kebaikan, penting untuk mengatasi rasa malas yang selalu menghampiri. Seperti dalam olahraga, kelelahan harus diatasi dengan semangat. Seorang mahasiswa juga harus memaksa diri untuk belajar agar dapat mencapai kelulusan. Begitu pula dalam mencari harta dunia, malas adalah musuh yang harus dihindari.

Yahya bin Abi Katsir rahimahullah menegaskan bahwa ilmu tidak akan diperoleh dengan bersantai-santai. Oleh karena itu, kesabaran menjadi kunci untuk menghilangkan kebodohan dan merasakan kenikmatan ilmu.

Setiap orang bisa melakukan beberapa lompatan untuk mencapai puncak ketinggian, namun sedikit saja yg konsisten hingga tujuan.

 

SENANTIASA MENJAGA ADAB ILMU

Menjaga adab ilmu merupakan landasan utama dalam perjalanan menuju pengetahuan. Tanpa adab, seseorang sulit terangkat tinggi, bahkan jika memiliki latar belakang bangsawan. Kunci kebaikan baik di dunia maupun akhirat terletak pada adab.

Adab menjadi sarana terbesar untuk meraih kebaikan dalam kehidupan ini dan di akhirat. Pentingnya adab terlihat dari fakta bahwa ia menjadi fondasi utama kesuksesan seorang individu.

Adab yang perlu dijaga melibatkan berbagai aspek, mulai dari adab personal, adab saat mengikuti pelajaran, hingga adab terhadap guru dan teman.

Al-Laits bin Sa’ad rahimahullah bertemu sekelompok pelajar hadits. beliau melihat ada perilaku yg kurang pas di antara mereka. Maka beliau berkata, “Apa-apaan ini? Kalian itu lebih membutuhkan adab walaupun sedikit, dibanding ilmu meskipun banyak.”.

Dalam rentang usia 0-7 tahun, diajarkan kemandirian dan kemampuan bertahan hidup, termasuk tugas-tugas seperti mencuci piring dan mencuci baju. Setelah itu, fase selanjutnya adalah memahami dan mempraktikkan adab, dengan merujuk pada hadits-hadits yang mengajarkan nilai-nilai tersebut.

Catatan yang membahas adab dan akhlak dalam pekan kedua bersama Ustadz Ratno Abu Muhammad Lc, M.Ag dengan merujuk pada dua kitab, yaitu “Khulasah Ta’dzimul Ilmi” dan “Al-Adabul Asyarah” oleh Syaikh Shalih bin Hamd Al-‘Ushaimi. Semoga Allah merahmati keduanya, aamiin.

Semoga ilmunya dapat bermanfaat bagi kita semua dan Allah memudahkan kita untuk mengamalkannya, aamiin.

Tags: Adab dan AkhlakAdab wal AkhlaqSyaikh Shalih bin Hamd Al-'UshaimiUstadz Ratno Abu Muhammad Lc

RELATED POST

Teruslah Berbuat Baik, Meski Tanpa Ucapan Terima Kasih

Teruslah Berbuat Baik, Meski Tanpa Ucapan Terima Kasih

November 7, 2025
Al-Adabul Asyarah: Memahami Sepuluh Adab (Bagian 02)

Al-Adabul Asyarah: Memahami Sepuluh Adab (Bagian 02)

Februari 17, 2024
Al-Adabul Asyarah: Memahami Sepuluh Adab (Bagian 01)

Al-Adabul Asyarah: Memahami Sepuluh Adab (Bagian 01)

Februari 10, 2024
Penghormatan Terhadap Ilmu dalam Khulashah Ta’zhim Al-‘ilm (Bagian 04)

Penghormatan Terhadap Ilmu dalam Khulashah Ta’zhim Al-‘ilm (Bagian 04)

Februari 3, 2024
Next Post
Sejarah Fiqh Madzhab: Dari Zaman Rasulullah Hingga Zaman Now

Sejarah Fiqh Madzhab: Dari Zaman Rasulullah Hingga Zaman Now

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CARI ARTIKEL

No Result
View All Result

KATEGORI BLOG

  • Belajar Islam
    • Adab wal Akhlak
    • Adabul Mufrad
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Ibadah
    • Fiqh Jenazah
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Haji & Umrah
    • Makna Dzikir & Doa
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Diet DEBM
    • Resep Umum
  • Terbaru

BLOG ARSIP

  • November 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Mei 2025
  • Maret 2025
  • Februari 2025
  • Januari 2025
  • Desember 2024
  • November 2024
  • Oktober 2024
  • September 2024
  • Agustus 2024
  • Juli 2024
  • Juni 2024
  • Mei 2024
  • April 2024
  • Maret 2024
  • Februari 2024
  • Januari 2024
  • Desember 2023
  • November 2023
  • Oktober 2023
  • September 2023
  • Agustus 2023
  • Juni 2023
  • Mei 2023
  • April 2023
  • Maret 2023
  • November 2022
  • Oktober 2022
  • Mei 2021
  • April 2021
  • November 2020
  • September 2020
  • Agustus 2020
  • Juli 2020
  • Juni 2020
  • Maret 2020
  • Januari 2020
  • Oktober 2019
  • Juni 2019
  • Maret 2019
  • Januari 2019
  • Desember 2018
  • Agustus 2018
  • Juli 2018
  • Agustus 2017
  • Juli 2017

POST POPULER

  • Step-by-Step Menyiapkan Umrah Mandiri

    Step-by-Step Menyiapkan Umrah Mandiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jangan Salah Urutan! Hindari Kesalahan Fatal Saat Booking Tiket Umrah Mandiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Checklist Perlengkapan Umrah yang Wajib Disiapkan Sebelum Berangkat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Safar Umrah 14 Hari, Biaya Hemat di Bawah 25 Juta!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memahami Konsep Rezeki dengan Benar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Shafura.com

Shafura.com adalah wadah untuk berbagai catatan kajian, pembelajaran hidup minimalis, tips bisnis, informasi kesehatan, dan pengalaman berharga yang dapat menjadi pelajaran bagi kita semua. Selengkapnya...

© 2024 Shafura.com. All Right Reserved | Web Dev by WebNesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Belajar Islam
    • Adabul Mufrad
    • Adab wal Akhlak
    • Bahasa Arab
    • Fiqh Madzhab
    • Fiqh Muamalah
      • Mindset
    • Makna Dzikir & Doa
    • Haji & Umrah
  • Catatan Kajian
  • Inspirasi
    • Bisnis
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Minimalis
    • Travelling
  • Resep
    • Resep Umum
    • Resep Diet DEBM
  • Layanan
    • Jasa Pembuatan Website
    • Jasa Pemasaran Digital
    • Pakaian Syari Murah
  • Arsip

© 2024 Shafura.com. All Right Reserved | Web Dev by WebNesia